Proporsi Pegawai UT dengan Mahasiswa Belum Mamadai

(21/01/2008 – 16:41 WIB)

Jurnalnet.com (Jakarta): Pada tahun 2008, Universitas Terbuka (UT) kekurangan 204 orang tenaga yang terdiri dari para Dosen, Administrasi umum dan ICT untuk 37 Unit Pembelajaran Jarak Jauh (UPBJJ) di seluruh Indonesia. Saat ini proporsi jumlah pegawai UT dengan mahasiswanya belum memadai, terutama soal efektifitas pelayanan akademik.

“Tahun lalu kami sudah mengurim surat kepada Mendiknas terhadap kebutuhan UT ini terhadap kekurangan tenaga dosen, administrasi dan ICT sebanyak 200 orang, tetapi yang diberikan oleh Depdiknas hanya 15 orang tenaga dosen dan 9 orang tenaga teknisi yang seluruhnya ditempatkan di Unit Pelaksana Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) di Indonesia,” kata Rektor UT Atwi Suparman kepada wartawan di Jakarta, Senin, (21/1).

Saat ini jumlah pegawai UT sebanyak 1.805 orang yang tersebar di tanah air, jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang diurus sebanyak 450.000 orang, maka jumlah pegawai masih dirasakan kurang.

“Pada UT pusat ada 963 orang, namun tidak semuanya sebagai dosen, sedangkan di 37 UPBJJ hanya 899 orang, padahal di UPBJJ ini melayani 450.000 mahasiswa. Pelayanan yang terdepan di UT adalah UPBJJ kalau sedang menghadapi mahasiswa. Artinya proporsi pegawai untuk bidang-bidang yang dibutuhkan dalam pendidikan jarak jauh belum memadai,” katanya.

Pada 37 UPBJJ yang ada jumlah mahasiswanya berbeda-beda mulai yang terkecil 4.000 mahasiswa, 5.000, 10.000, 15.000, 17.000 dan 20.000 mahasiswa. “Bahkan ada UPBJJ yang jumlah mahasiswanya lebih tinggi daripada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) setempat,” katanya.

Diklat Jarak Jauh

Lebih jauh Rektor UT mengatakankan soal uji setifikasi pihaknya memang tidak mengajukan diri untuk ikut uji sertifikasi. “Alasannya pekerjaan UT memang saat berat. Tapi sepanjang menyelenggarakan pendidikan (terhadap calon guru) seperti Diklat Jarak Jauh, hal itu bisa dilakukan oleh UT,” katanya.

Menurutnya, Pendidikan Jarak Jauh diperlukan apabila peserta pendidikan itu tidak mungkin datang untuk mengikuti pendidikan model tatap muka, seperti orang yang sedang bekerja (mengajar), apalagi tinggalnya jauh dengan geografis yang berat.

“Sehingga pendekatan model pendidikan atau pelatihan seperti itu guna menambah pengetahuan mereka bisa dilakukan Diklat Jarak Jauh,” katanya.

Pihak UT dapat mengirim bahan ajarnya ke daerah tempat calon peserta didik, dan bisa juga mendatangkan seorang tutor untuk diklat 30 peserta. “Daripada mendatangkan 30 peserta didik, lebih baik mendatangkan tutor ke sana, lebih efisien,” katanya.***(rht)

dari : jurnalnet.com/konten.php?nama=BeritaUtama&topik=5&id=1133

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s