Rencana Strategis UT menuju Era MDGs

Jurnalnet.com (Jakarta02/10/2007 – 15:28 WIB):

Beberapa tahun terakhir Universitas Terbuka (UT) melakukan perubahan besar yang diterapkan melalui rencana strategis (Renstra) UT yang mengacu kepada Millenium Development Goals (MDGs).

“Kami sedang merumuskan Renstra sebagai upaya mendukung program MDGs. Proses Restra UT ini selama satu tahun. Hal ini agar semua di level UT memahami pentingnya perubahan. Sehingga perlu komitmen batin dalam memahami dan melaksanakan Resntra UT itu. Sehingga langkah dan cita-citanya seragam,” kata Rektor UT, M Atwi Suparman di sela-sela acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, Senin (1/10).

Millenium Development Goals atau MDGs adalah proyek kemanusiaan yang dicanangkan PBB selama 15 tahun (2000-2015). MDGs disepakati semua anggota PBB, termasuk Indonesia. Salah satu target MDGs yang masih menghadapi sejumlah persoalan adalah di bidang pendidikan dasar. Sebagai negara yang ikut meratifikasi Kerangka Aksi Dakar (2000) tentang Pendidikan untuk Semua (Education for All), Indonesia tidak bisa mengabaikan pembangunan di bidang pendidikan dasar ini.

Sejak dicanangkan pada tahun 2000 sebagai hasil Deklarasi Milenium pada KTT PBB. Menurut Markas Besar PBB untuk MDGs di kawasan Asia Pasifik itu, Indonesia terbilang mengalami kemunduran sama seperti Filipina, Nepal, Laos, Sri Lanka, dan Papua Nugini.

Di Indonesia, masalah pendidikan yang belum bisa diakses sepenuhnya terutama oleh masyarakat miskin dan terpencil itu menuntut perhatian yang sungguh-sungguh dan penanganan yang seksama.

Kebijakan ini, tentu saja dengan tetap melibatkan partisipasi masyarakat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Karena itu, pendidikan merupakan agenda gerakan demokrasi yang tidak bisa dinafikan, di samping demokrasi politik, demokrasi ekonomi, dan demokrasi hukum.

Merujuk pada Masyarakat Transparansi Indonesia, prinsp-prinsip ‘good governance’ adalah: pertama, partisipasi masyarakat; kedua, tegaknya supremasi hukum; ketiga, tranparasni; keempat, peduli pada stakeholder; kelima, berorientasi pada konsensus; keenam, kesetaraan; ketujuh, keefektifan dan efisisensi; kedelapan, akuntabilitas; dan kesembilan, visi strategis.

Khususnys di bidang pendidikan jarak jauh, Atwi mengatakan, UT telah banyak melakukan perubahan mendasar seperti pengembangan bahan ajar dan bahan ujian. Bahkan sudah mendapatkan pengakuan mutu dari lembaga penjaminan pendidikan di Swiss dalam bentuk sertifikasi ISO 9001:2000 tentang proses sistem jaminan kualitas (Simintas) bahan ajar UT. “Penghargaan ini sangat membanggakan kami yang sejak 2001 terus mengupayakan layanan pendidikan jarak jauh dengan standar kualitas yang tinggi,” katanya.

Hal ini dilakukan secara bertahap per lima tahunan. Tahap satu dilakukan mulai tahun 2009-2014. Pada tahap ini UT akan mengembangkan bentuk kurikulum, bahan ajar, proses pembelajaran mahasiswa, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Sarana dan pra sarana di UPBJJ yang digunakan untuk menunjang hal itu dan peranan ICT yang dapat didayagunakan untuk menjangkau masyarakat pedesaan, termasuk pengaturan pengelolaan manajemen internal. Lima tahun pertama akan digarap hal itu. Oleh karena itu dilakukan pemadukan dua konsep yaitu Simitas dengan ISO sehingga muncul kualitas layanan pendidikan jarak jauh,” tegas Atwi.

Kendati sudah dua kali menerima penghargaan dari Swiss, Atwi melanjutkan, UT akan terus melakukan perbaikan secara sistematik melalui serangkaian proses standardisasi jaminan layanan pendidikan yang berkualitas.

Pada tahun 2005, lembaga akreditasi dan sertifikasi kualitas internasional yaitu ICDE serta ISO telah melakukan penilaian kualitas UT untuk mencapai standar akreditasi internasional.

Kemudian pada 2006 UT pertama kali memperoleh ISO tentang layanan bahan ajar. Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) UT Maret 2003 implementasi Simintas dikukuhkan dengan surat keputusan rektor.

Sejak itu, UT mempersiapkan Simintas untuk 11 Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Namun saat ini baru 6 UPBJJ yang berhasil menerapkan Simitas, yaitu UPBJJ-UT di Bogor, DIY, Palembang, Surabaya, Purwokerto, dan Bandung.

Atwi pun menambahkan, selambat-lambatnya pada November 2007 mendatang UT akan memperoleh ISO untuk lima UPBJJ lainnya. Sekarang sedang proses penilaian,” tandas Atwi. ***(rht)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s